Jumat, 17 Oktober 2025

PENGUMUMAN SELEKSI I OSN TINGKAT SEKOLAH TAHUN 2026

📢 PENGUMUMAN HASIL TAHAP 1 PERSIAPAN OSN  ðŸ“¢

ILMU PENGETAHUAN ALAM

Dengan bangga kami umumkan bahwa berdasarkan hasil seleksi tahap 1 persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN), berikut adalah nama-nama siswa yang LOLOS ke tahap selanjutnya:

🎉 DAFTAR PESERTA LOLOS TAHAP 1 🎉

No

Nama

Kelas

1

Reta Raisa Azzahra

7D

2

Yasmine Azzalia Artanti

7D

3

Kayla Yunantha Fitri

7G

4

Laura Aqeela Sasi Kirana

7G

5

Bilfaqih Athar Ibrahim

7I

6

Althaf Satya Atharizzi

7I

7

Khaira Az Zahra

8A

8

Mohamad Izzudin Pratama

8A

9

Fadila Nur Citra Mawanda

8B

10

Ananda Naylatul Maghfiroh

8B

11

Rasyid Al Asyam

8C

12

Dwi Rahayu Lestari

8C

13

Al-Fitria Isnaini Maghfiroh

8C

14

Rubin Abizar Achmadi

8C

15

Andini Auliya Siyam L

8D

16

Laillatul Zahira

8D

17

Yasmine Nursyifa Putri

8D

18

Airlangga Rizky Wibowo

8D

19

Naufal Rozak Bayhaqi

8I

20

Gracia Sherlie Sjuharto

8I

 

Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang lolos! Tetap semangat dan terus tingkatkan kemampuan kalian dalam menghadapi tahap selanjutnya. Bagi yang belum lolos, jangan berkecil hati—teruslah belajar dan mencoba!

 

📌 Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan teknis tahap berikutnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

 

Tetap semangat, tetap berprestasi!

Salam Sains! 🔬🧪📚

 

 

 

📢 PENGUMUMAN HASIL TAHAP 1 PERSIAPAN OSN  ðŸ“¢

MATEMATIKA

Dengan bangga kami umumkan bahwa berdasarkan hasil seleksi tahap 1 persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN), berikut adalah nama-nama siswa yang LOLOS ke tahap selanjutnya:

🎉 DAFTAR PESERTA LOLOS TAHAP 1 🎉

No

Nama

Kelas

1

Nafisah Azahra Putri

7G

2

Rohmah Aulia Hanun

7G

3

Eldio Ahmad Bayuaji

7H

4

Teguh Ahmad Junior

8A

5

Karisma Rio Haryanto

8B

6

Daffa Hafidz Putra J

8C

7

M. Naufal Al Baihaqi

8C

8

Quenna Syakilova Sugiharto

8C

9

Putrabrilliant

8D

10

Andreas Fathurizal

8F

11

Gamaliel Al Ghaniy D.N

8F

12

Sasi Kirana K

8G

13

Haura Priyandina

8G

14

Zahra Camelia Lestari

8G

15

M.Fikri Zaidane Rafi Amy

8H

 

Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang lolos! Tetap semangat dan terus tingkatkan kemampuan kalian dalam menghadapi tahap selanjutnya. Bagi yang belum lolos, jangan berkecil hati—teruslah belajar dan mencoba!

 

📌 Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan teknis tahap berikutnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

 

Tetap semangat, tetap berprestasi!

Salam Sains! 🔬🧪📚

 

 

 

 

 

 

📢 PENGUMUMAN HASIL TAHAP 1 PERSIAPAN OSN  ðŸ“¢

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Dengan bangga kami umumkan bahwa berdasarkan hasil seleksi tahap 1 persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN), berikut adalah nama-nama siswa yang LOLOS ke tahap selanjutnya:

🎉 DAFTAR PESERTA LOLOS TAHAP 1 🎉

No

Nama

Kelas

1

Rama Anugrah Putra H

7G

2

Neyza Aldheavandri

8D

3

Achmad Naufal Almadhani

7E

4

Afika Putri Mariyono

7B

5

Veronica Salsabila Irnaza

8H

6

Abdul Rochman Afandi

8D

7

Khoirunnisa'

8C

8

Hilmy Farras Ibni Syaris

7G

9

Saskia Anggun Ramadina

8A

10

Mirza Firaz Arya Rahmana

8E

11

Ananda Rila Shafara

8D

12

Farin Ayunda Safitri

7H

13

Keanu Shafy Dwika Nugraha

7D

14

Tiara Syafa Tri Hapsari

8G

15

Saladin Umar

8E

16

Haura Jacinda Azahra

7D

17

Rr. Felicia Shakira Janitra

8G

18

Arimbi Edelweis Kalake

8E

19

Yusuf Azriel Pratama Putra

7E

20

Luthfia Tiara Rafani

7C

 

Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang lolos! Tetap semangat dan terus tingkatkan kemampuan kalian dalam menghadapi tahap selanjutnya. Bagi yang belum lolos, jangan berkecil hati—teruslah belajar dan mencoba!

 

📌 Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan teknis tahap berikutnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

 

Tetap semangat, tetap berprestasi!

Salam Sains! 🔬🧪📚

 


Senin, 13 Oktober 2025

TUGAS TEKA TEKI SILANG INTERAKSI SOSIAL

 Teka Teki silang ini bisa dicetak dan dikerjakan atau dikerjakan di buku tulis


Link TTS Interaksi Sosial

https://drive.google.com/file/d/1QGn-8oOR2g8L77W7EontpnstHtdh2g1a/view?usp=drivesdk

Jumat, 10 Oktober 2025

LATIHAN SOAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL

1. eberagaman budaya di Indonesia bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus sumber konflik. Hal yang menentukan apakah keberagaman menjadi kekuatan adalah…

A. Banyaknya suku dan adat yang berbeda
B. Toleransi dan penghargaan antar kelompok
C. Pengaruh budaya asing yang kuat
D. Adanya hukum adat di setiap daerah

2. Pemerintah kota mengadakan festival kuliner nusantara untuk mempertemukan berbagai budaya daerah. Kegiatan ini mencerminkan proses…
A. Asimilasi
B. Akulturasi
C. Integrasi sosial
D. Disintegrasi

3. Meningkatnya urbanisasi menyebabkan bertemunya berbagai kelompok etnis di kota besar. Kondisi ini bisa menimbulkan…
A. Keseragaman budaya
B. Penghapusan tradisi daerah
C. Dinamika sosial yang kompleks
D. Keterisolasian budaya

4. Masyarakat yang mampu menghargai perbedaan dan tetap menjaga identitas nasional mencerminkan penerapan nilai…
A. Individualisme
B. Nasionalisme inklusif
C. Fanatisme kedaerahan
D. Homogenitas budaya

5. Perbedaan budaya dapat memicu konflik sosial apabila…
A. Masyarakat saling menghormati perbedaan
B. Pemerintah menegakkan keadilan sosial
C. Ada kesenjangan dan prasangka antar kelompok
D. Setiap kelompok memiliki hak yang sama

6. Ketika generasi muda mulai meninggalkan bahasa daerah dan lebih menggunakan bahasa asing, hal ini menunjukkan adanya…
A. Integrasi budaya
B. Akulturasi budaya
C. Disorganisasi sosial
D. Erosi budaya lokal

7. Salah satu cara efektif untuk memperkuat solidaritas di masyarakat multikultural adalah…
A. Menumbuhkan sikap empati dan dialog antar budaya
B. Menyeragamkan kebudayaan nasional
C  Mengutamakan budaya dominan
D. Menghindari interaksi antar suku


8. Dalam masyarakat multikultural, sikap diskriminatif sering kali muncul karena…
A. Pemahaman yang terbuka terhadap perbedaan
B. Pendidikan karakter yang kuat
C. Stereotip dan prasangka sosial
D. Penegakan hukum yang adil

9. Program pemerintah yang mendorong masyarakat untuk mengenal budaya daerah lain melalui pertukaran pelajar bertujuan untuk…
A. Menyeragamkan budaya nasional
B. Meningkatkan semangat kompetisi
C. Memperkuat toleransi dan rasa kebangsaan
D. Menghapus perbedaan daerah

10. Dalam kehidupan masyarakat multikultural, konflik bisa menjadi hal positif jika…
A. Diselesaikan dengan kekerasan
B. Dikelola melalui dialog dan mediasi
C. Dibiarkan agar masyarakat beradaptasi sendiri
D. Menghasilkan dominasi kelompok tertentu

Rabu, 24 September 2025

LATIHAN SOAL KEGIATAN EKONOMI KELAS 7

 1. Jika seorang petani tidak bisa menyalurkan hasil panennya ke pasar, maka akibatnya adalah …

A. Harga barang akan naik

B. Barang tetap tersedia di pasar

C. Hasil panen menumpuk dan merugikan petani

D. Konsumen tetap mendapatkan kebutuhan


2. Apabila kegiatan distribusi terhambat karena bencana alam, maka yang paling mungkin terjadi adalah …

A. Harga barang semakin murah

B. Barang di pasar menjadi langka

C. Konsumen tidak merasakan dampaknya

D. Produsen tetap memperoleh keuntungan besar


3. Jika masyarakat lebih banyak melakukan konsumsi daripada produksi, maka dampaknya terhadap ekonomi adalah …

A. Barang melimpah di pasar

B. Perekonomian semakin kuat

C. Kebutuhan masyarakat sulit terpenuhi

D. Jumlah tenaga kerja meningkat


4. Mengapa pedagang daring (online shop) bisa berkembang pesat saat ini?

A. Karena distribusi barang tidak penting

B. Karena teknologi internet memudahkan jual beli

C. Karena konsumen malas membeli barang

D. Karena produksi barang semakin sedikit


5. Jika produsen menaikkan harga barang terlalu tinggi, maka kemungkinan besar …

A. Konsumen semakin banyak membeli

B. Konsumen akan beralih ke barang lain

C. Distributor memperoleh untung besar

D. Barang lebih cepat habis


6. Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian tanpa membuka lahan baru, petani dapat …

A. Membakar hutan

B. Menggunakan teknologi modern

C. Mengurangi jumlah pekerja

D. Menyimpan hasil panen lebih lama


7. Mengapa distribusi penting dalam kegiatan ekonomi?

A. Agar produsen tidak perlu memproduksi barang

B. Agar barang sampai ke konsumen yang membutuhkan

C. Agar konsumen bisa memproduksi sendiri

D. Agar barang hanya ada di gudang


8. Jika harga beras di pasar naik drastis, maka dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah …

A. Konsumsi beras berkurang dan mencari alternatif pangan lain

B. Konsumen tetap membeli beras dalam jumlah yang sama

C. Petani merugi karena beras tidak laku

D. Distributor menurunkan biaya transportasi


9. Bagaimana cara konsumen mendukung perekonomian dalam kegiatan ekonomi?

A. Dengan menimbun barang kebutuhan pokok

B. Dengan membeli produk yang dihasilkan produsen

C. Dengan menolak barang hasil produksi

D. Dengan menghentikan distribusi barang


10. Jika pemerintah ingin menyeimbangkan antara produksi, distribusi, dan konsumsi, maka kebijakan yang tepat adalah …

A. Membatasi kegiatan perdagangan

B. Meningkatkan subsidi dan memperlancar distribusi

C. Melarang penggunaan teknologi modern

D. Membiarkan harga barang naik tanpa kendala


11.Jika produsen tidak memperhatikan kualitas barang yang diproduksi, maka akibat jangka panjangnya adalah …

A. Konsumen semakin setia membeli

B. Distributor semakin banyak bekerja sama

C. Kepercayaan konsumen menurun dan penjualan menurun

D. Barang lebih cepat habis di pasaran


12. Mengapa kegiatan konsumsi tidak bisa lepas dari kegiatan produksi?

A. Karena konsumsi selalu menghasilkan barang baru

B. Karena konsumsi membutuhkan barang/jasa hasil produksi

C. Karena konsumsi dan produksi tidak berhubungan

D. Karena konsumsi lebih penting daripada produksi


13. Seorang nelayan menjual ikan segar langsung ke konsumen di pasar. Jika sistem distribusi ini diubah dengan perantara, kemungkinan dampaknya adalah …

A. Harga ikan menjadi lebih murah

B. Harga ikan menjadi lebih tinggi

C. Konsumen lebih cepat mendapat ikan

D. Nelayan lebih cepat mendapatkan uang


14. Jika kegiatan produksi di suatu daerah menurun drastis, maka dampak yang mungkin terjadi adalah …

A. Barang melimpah di pasaran

B. Konsumsi meningkat pesat

C. Distribusi terganggu karena kekurangan barang

D. Harga barang menjadi sangat murah


15. Mengapa distribusi yang lancar sangat penting bagi masyarakat di daerah terpencil?

A. Agar masyarakat terbiasa membuat barang sendiri

B. Agar harga barang di daerah terpencil tetap stabil

C. Agar produsen tidak perlu bekerja keras

D. Agar konsumen tidak perlu membeli barang


16. Jika masyarakat hanya mengonsumsi barang impor dan tidak mendukung produk lokal, maka dampak jangka panjangnya adalah …

A. Produk lokal semakin berkembang

B. Perekonomian dalam negeri melemah

C. Produsen dalam negeri semakin kaya

D. Impor barang menurun


17. Bagaimana peran teknologi digital dalam kegiatan distribusi saat ini?

A. Memperlambat proses pengiriman barang

B. Memutus hubungan antara produsen dan konsumen

C. Mempermudah transaksi dan mempercepat distribusi

D. Mengurangi jumlah barang yang diproduksi


18. Jika masyarakat semakin boros dalam konsumsi tanpa memperhatikan pendapatan, maka dampak yang terjadi adalah …

A. Perekonomian semakin stabil

B. Masyarakat terhindar dari utang

C. Masyarakat dapat mengalami kesulitan ekonomi

D. Produksi barang menurun


19. Untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi, langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah …

A. Membeli barang sesuai kebutuhan, bukan keinginan

B. Menimbun barang dalam jumlah banyak

C. Menghentikan semua kegiatan distribusi

D. Mengonsumsi barang impor sebanyak mungkin


20. Mengapa kegiatan ekonomi selalu berkaitan dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas?

A. Karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan dan keinginannya

B. Karena produsen tidak pernah berhenti memproduksi barang

C. Karena distribusi selalu lancar

D. Karena konsumsi hanya dilakukan sekali


Selasa, 16 September 2025

TUGAS KELOMPOK DINAMIKA PERUBAHAN IKLIM KELAS 7

KELOMPOK 1

689 Hektare Padi di NTT Terdampak Kekeringan

 

Aktivitas:

Ø  Siswa dibagi dalam kelompok dan diberi studi kasus dampak perubahan iklim di sektor berbeda.

Ø  Tiap kelompok menganalisis: Apa masalah utamanya? Apa dampaknya bagi masyarakat? Apa solusi kreatif yang dapat diusulkan dari perspektif pelajar?

Ø  Hasil analisis dituangkan dalam bentuk poster digital, infografis, atau presentasi mini menggunakan Canva/PowerPoint/platform pembelajaran lainnya.

Ø  Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya ke kelas.

 

(VICTORYNEWS) – Sebanyak 689 hektare (Ha)  lahan padi di Provinsi NTT rusak terkena dampak kekeringan. Mulai dari kerusakan ringan, sedang, berat hingga gagal panen. Dari 689 hektare lahan padi yang mengalami kekeringan itu, 63,5 Ha lahan mengalami gagal panen, dan 553,5 Ha yang terkena kekeringan pulih kembali atau pertumbuhannya kembali normal.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Lecky Frederik Koly yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Dinas, Joaz B Umbu Wanda, Senin, (8/1/2024). Selain Padi, lanjut Joaz, lahan jagung seluas 242,0 Ha juga terkena dampak kekeringan. 5,0 Ha gagal panen, dan 230.7 Ha pulih kembali. Sedangkan Sorgum yang terkena dampak kekeringan seluas 15,0 Ha, namun semua pulih kembali. Sementara khusus komoditi kedelai yang mengalami kerusakan akibat kekeringan seluas 7,0 Ha, tetapi 4.0 Ha pulih kembali. Dan untuk komoditi kacang hijau yang mengalami dampak seluas 0,4 Ha.

“Komoditi tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi prioritas penanganan Dinas Pertanian Provinsi NTT selama tahun 2023 yaitu padi, jagung, Sorgum, kedelai, kacang hijau, dan tanaman hortikultura  berupa sayur-sayuran di pekarangan dan kegiatan antisipasi gagal panen dibiayai oleh APBD,” beber Umbu. Umbu menjelaskan, kondisi fenomena  El Nino atau musim kemarau ekstrem merupakan kondisi dimana suhu muka laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pemanasan di atas kondisi normal hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan dan mengurangi  ketersediaan air sehingga memberi dampak  yang besar bagi sektor pertanian.

Menurut Umbu, terjadinya perubahan iklim ini  berdampak langsung  pada adanya pergeseran  musim tanam sehingga menyulitkan petani menentukan  waktu tanam (kalender tanam) dan waktu panen tanaman pangan khususnya padi. Adanya serangan hama dan penyakit dengan variannya, terjadinya gagal tanam dan gagal panen semakin luas, menurunnya produksi dan produktivitas tanaman oleh karena perlunya mitigasi dan adaptasi agar tidak terjadinya rawan pangan yang merugikan petani.

Mitigasi yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT bersama instansi terkait agar tetap berjalannya produksi tanaman pangan, meliputi: Pertama, melakukan koordinasi dengan BMKG untuk selalu mendapat informasi cuaca yang update. Melakukan mapping terhadap titik-titik air yang masih tersedia bersama PUPR untuk konservasi air dan mengoptimalkan embung-embung, dan dukungan pompa air. “Mempersiapkan benih- benih padi, jagung, sorgum, kacang hijau yang umur genjah/pendek dan tahan kondisi kekurangan air sebagai stimulus ketahanan pangan dan ekonomi RT petani terdampak,” bebernya. Ia menambahkan, untuk jangka panjang dengan memanfaatkan konsep teknologi pertanian cerdas yaitu smart farming green house seperti di Oetalu, dan Penfui.

 

 

 

Sumber:https://distankp.nttprov.go.id/web/artikel/689-hektare-padi-di-ntt-terdampak-kekeringan/)

 

 

 

 

 

 

 

KELOMPOK 2

ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN UNTUK PARIWISATA DI BALI

 

Oleh: Ratih Nirmala Putri (Mahasiswa Undiksha Tahun 2024)

 

Aktivitas:

Ø  Siswa dibagi dalam kelompok dan diberi studi kasus dampak perubahan iklim di sektor berbeda.

Ø  Tiap kelompok menganalisis: Apa masalah utamanya? Apa dampaknya bagi masyarakat? Apa solusi kreatif yang dapat diusulkan dari perspektif pelajar?

Ø  Hasil analisis dituangkan dalam bentuk poster digital, infografis, atau presentasi mini menggunakan Canva/PowerPoint/platform pembelajaran lainnya.

Ø  Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya ke kelas.

                                                                             

Sebelum sektor pariwisata berkembang secara masif di Bali, pertanian menjadi sektor utama yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Bali. Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan terhadap sektor pertanian, dimana secara umum sektor pariwisata berubah menjadi sektor utama yang menjadi tumpuan ekonomi dikarenakan perkembangannya yang sangat cepat. Perkembangan pada sektor pariwasata yang masif ini banyak terjadi di wilayah Bali bagian selatan (Putri dkk., 2022), hal tersebut menjadikan masyarakat meninggalkan sektor pertanian yang dikarenakan oleh perbedaan penghasilan yang cukup tinggi pada kedua sektor tersebut.

 Hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Bali untuk mempertahankan wilayah pertaniannya, pariwisata tentunya memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat namun tantangan yang dihadirkan juga tidak dapat dipandang remeh. I Wayan Suarjana S.TP dalam artikel yang berjudul “Diantara Pariwisata dan Alih Fungsi Lahan Pertanian di Bali” menyebutkan bahwa tantangan-tantangan yang harus dihadapi Bali kedepannya meliputi 1) berkurangnya jumlah luas wilayah pertanian yang produktif akibat dari alih fungsi lahan, 2) menurunnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian, 3) menurunnya daya dukung lingkungan akibat dari menurunnya debit air permukaan dan berbagai dampak lainnya

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, pada Tahun 2017 luasan sawah yang ada di Provinsi Bali mencapai 78.626 Ha. Angka ini terus mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya alih fungsi lahan yang digunakan untuk akomodasi wisata seperti hotel dan villa. Konversi lahan pertanian yang terjadi ini tidak hanya mengancam ketahanan pangan, namun juga mengancam keberlanjutan sistem irigasi tradisional Bali, yaitu subakAlih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pariwisata tentunya mengakibatkan berkurangnya luas wilayah yang digunakan untuk produksi pangan, dimana areal persawahan yang dulunya merupakan sumber utama pangan lokal saat ini telah beralih fungsi menjadi area komersial.

 Hal tersebut menyebabkan berkurangnya ketahanan pangan lokal dan mengakibatkan ketergantungan pasokan pangan yang berasal dari luar pulau bahkan luar negeri. Dengan terjadinya hal tersebut, menyebabkan adanya perubahan yang signifikan dalam tutupan lahan, dimana perubahan ini tidak hanya berpengaruh pada lanskap, tetapi juga berdampak pada biodiversitas lokal.

Dampak Terhadap Tutupan Lahan

          Adanya alih fungsi lahan di Bali, mengakibatkan terjadinya perubahan yang signifikan pada tutupan lahan yang mencerminkan distribusi penggunaan lahan. Lahan pertanian yang sebelumnya memiliki fungsi sebagai kawasan hijau dan kawasan penyimpanan air kini telah berganti menjadi bangunan-bangunan beton. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menimbulkan beberapa perubahan ekologis dan sosial yang signifikan, diantaranya:

Menurunnya tingkat ketersediaan air bersih, sebagai sistem irigasi tradisonal Bali yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya, Subak sangat bergantung pada keberlanjutan lahan pertanian (Sidiq dkk., 2020). Alih fungsi lahan yang semakin banyak terjadi memberikan ancaman bagi keberadaan Subak, jika hal ini terjadi terus-menerus secara masif dapat berakibat pada pengaturan air di seluruh wilayah Bali. Sistem Subak yang terganggu akan mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air bersih, baik untuk sektor pertanian maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat. Terjadinya degradasi ekosistem, terjadinya alih fungsi lahan ini mengakibatkan hilangnya ekosistem sawah dan hutan yang sebelumnya mendominasi tutupan lahan di Bali.

Sumber:https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/29_alih-fungsi-lahan-pertanian-untuk-pariwisata-di-bali

KELOMPOK 3

Perubahan Cuaca Extrem Bisa Picu Gangguan Kesehatan Kronis, Begini Pencegahanya

Aktivitas:

Ø  Siswa dibagi dalam kelompok dan diberi studi kasus dampak perubahan iklim di sektor berbeda.

Ø  Tiap kelompok menganalisis: Apa masalah utamanya? Apa dampaknya bagi masyarakat? Apa solusi kreatif yang dapat diusulkan dari perspektif pelajar?

Ø  Hasil analisis dituangkan dalam bentuk poster digital, infografis, atau presentasi mini menggunakan Canva/PowerPoint/platform pembelajaran lainnya.

Ø  Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya ke kelas.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Fenomena perubahan iklim yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, rupanya bisa berdampak pada terganggunya kesehatan, baik akut maupun kronis.

Diungkap oleh praktisi kesehatan, Dokter Ngabila Salama, perubahan iklim ekstrem bisa memicu polusi udara. Dengan begitu, permasalahan kesehatan akut seperti ISPA, Pneumonia, hingga alergi kulit, dimungkinkan terjadi dan menjadi bom waktu.

"Kronisnya, bisa menyebabkan malnutrisi, masalah tumbuh kembang, kardiovaskuler (hipertensi, penyakit jantung), kanker, asma, PPOK (paru obstruktif kronis)," mata Ngabila saat dikonfirmasi, Selasa (6/5/2025).

Masalah lain yang mungkin timbul juga terkait air bersih. Kesulitan air bersih, bisa memicu berbagai penyakit seperti thypoid, diare, leptospirosis, dan penyakit kulit. Sementara cuaca panas ekstrem, bisa mengakibatkan heat stroke.

"Jika cuaca lembab, bisa menyebabkan malaria, cikungunya, DBD, penyakit potensial KLB lainnya terutama yang dibawa vektor hewan (nyamuk dan lain-lain)," ungkap Ngabila. Untuk mengatasi ini, ada beberapa rekomendasi yang bisa dilakukukan oleh sejumlah pihak, termasuk pemerintah.

Pertama, kata Ngabila, perlu dilakukan riset atau studi kausatif dan molekular terhadap dampak kronis kesehatan seperti kanker, kardiovaskular, mental emosional, kognitif, tumbuh kembang, dan lain-lain.

"Kedua, terus perbaiki data sampai level mikro untuk rekomendasi kebijakan," kata Ngabila.

"Tiga, kolaborasi masif lintas sektor dan pentahelix seperti best practice website DBDklim sejak 2016 BMKG dengan Dinkes Provinsi DKI Jakarta untuk menentukan prediksi jumlah kasus DBD di kabupaten/kota per minggu berdasarkan Relative Humidity atau kelembaban," lanjurnya 

Menurut dia, kolabarasi semacam itu sudah direplikasi di Provinsi Bali.

"Kedepannya semoga bisa sampai level kecamatan dan juga bisa untuk prediksi kasus ISPA atau Pneumonia berbasis data polusi udara misalnya PM 2.5," jelasnya.

Terakhir, Ngabila memandang perlu ada sosialisasi ke masyarakat dan ajakan partisipasi aktif menjaga lingkungan dan membatasi emisi, baik rumah tangga, industri, transportasi, dan lain-lain. 

Artikel ini telah tayang di 
WartaKotalive.com dengan judul Perubahan Cuaca Extrem Bisa Picu Gangguan Kesehatan Kronis, Begini Pencegahanya,

 https://wartakota.tribunnews.com/2025/05/06/perubahan-cuaca-extrem-bisa-picu-gangguan-kesehatan-kronis-begini-pencegahanya#google_vignette.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry

 

 

 

 

 

 

 

KELOMPOK 4

Perubahan Iklim: Ancaman Nyata dan Mendesak

Aktivitas:

Ø  Siswa dibagi dalam kelompok dan diberi studi kasus dampak perubahan iklim di sektor berbeda.

Ø  Tiap kelompok menganalisis: Apa masalah utamanya? Apa dampaknya bagi masyarakat? Apa solusi kreatif yang dapat diusulkan dari perspektif pelajar?

Ø  Hasil analisis dituangkan dalam bentuk poster digital, infografis, atau presentasi mini menggunakan Canva/PowerPoint/platform pembelajaran lainnya.

Ø  Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya ke kelas

Perubahan iklim global tidak lagi menjadi ancaman yang jauh, melainkan telah menjadi kenyataan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama bagi negara-negara kepulauan kecil di kawasan Pasifik dan masyarakat pesisir di Papua. Negara-negara kecil seperti Kiribati, Tuvalu, dan Kepulauan Solomon kini berada di garis depan krisis ini, meskipun kontribusi mereka terhadap emisi gas rumah kaca hampir nol. Mereka menghadapi ancaman nyata seperti kenaikan permukaan laut, pemutihan terumbu karang, siklon tropis yang semakin kuat, hingga ancaman relokasi massal penduduk. Ini adalah krisis yang bukan hanya bersifat lingkungan, tetapi telah menjadi masalah kemanusiaan.

Kondisi Papua: Rentan, Namun Kuat Bertahan

Papua yang sering dianggap masih “jauh dari pusat krisis”, kini menghadapi dampak perubahan iklim secara langsung. Erosi pantai di Merauke, pemutihan terumbu karang di Raja Ampat, serta pola cuaca yang semakin tidak menentu adalah manifestasi dari krisis global tersebut. Masyarakat pesisir di Papua, yang telah hidup berdampingan dengan laut selama berabad-abad, kini berada dalam posisi sangat rentan. Bukan hanya secara ekologis, tetapi juga secara kultural. Warisan budaya seperti praktik sasi sebagai bentuk kearifan lokal dalam menjaga laut, kini terancam akibat rusaknya ekosistem laut dan pesisir.

Perubahan iklim di Papua bukan sekadar soal lingkungan hidup, tetapi telah menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan, kesehatan, bahkan identitas budaya masyarakat adat. Maka, upaya adaptasi dan mitigasi perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih holistik, yakni dengan menggabungkan ilmu pengetahuan modern dan kearifan lokal. Program konservasi mangrove, rehabilitasi terumbu karang, hingga pelibatan masyarakat lokal dan kampus-kampus di Papua adalah langkah awal yang baik untuk membangun ketahanan komunitas.

 Kolaboratif dan Kontekstual

Solusi menghadapi perubahan iklim di wilayah Pasifik dan Papua tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan teknokratis dari pemerintah atau lembaga internasional. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, NGO, akademisi, serta dukungan kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah.

Adaptasi berbasis ekosistem seperti konservasi mangrove di Teluk Bintuni, serta perlindungan pandan laut (Pandanus tectorius) yang dapat mengurangi abrasi dan melindungi pantai, terbukti efektif sebagai bentuk mitigasi berbasis alam. Selain itu, penguatan kapasitas masyarakat lokal melalui edukasi, pelatihan, dan pengembangan ekonomi berbasis lingkungan menjadi kunci untuk ketahanan jangka panjang. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim ke dalam dokumen perencanaan wilayah seperti RTRW dan RZWP3K.

 Suara dari Timur untuk Dunia

Masyarakat pesisir Papua adalah penjaga garis depan perubahan iklim, bukan hanya sebagai korban, tetapi juga sebagai aktor perubahan. Suara mereka, kearifan mereka, dan perjuangan mereka harus menjadi bagian dari narasi global dalam menghadapi krisis iklim. Perubahan iklim bukan hanya soal angka dan data, melainkan soal manusia, rumah, budaya, dan masa depan.

penulis: Natalie J. Tangkepayung (Mahasiswa Magister Biologi Konservasi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih) dan Lisye Iriana Zebua (Dosen pada Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih). Sumber: https://kabarpapua.co/perubahan-iklim-global-ancaman-nyata-bagi-pasifik-dan-pesisir-papua/